Thursday, September 28, 2017

Update Right Issue ROTI

Update Right Issue ROTI
Rasio 9 : 2
Harga tebus: 1275
Cum date RI pasar reguler & nego : 5 Oktober 2017
Ex date RI pasar reguler & nego : 6 Oktober 2017
Periode perdagangan & pelaksanaan RI : 12 - 18 Oktober 2017
Tidak ada Standby Buyer / Pembeli Siaga


Keuangan PLN Terancam, 4 Bank dan 5 Emiten Tambang dan Gas Ini akan Terdampak

Keuangan PLN Terancam, 4 Bank dan 5 Emiten Tambang dan Gas Ini akan Terdampak


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap utang jatuh tempo dan kebutuhan dana dalam jumlah besar PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk ekspansi. Sejumlah kalangan berpendapat beban kebutuhan dana besar PLN akan berpengaruh terhadap perusahaan mitra (counterparts)nya di sektor bank dan komoditas.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia, Robertus Yanuar Hardy, menjelaskan sebenarnya hal yang dikhawatirkan Sri Mulyani adalah risiko gagal bayar (default) obligasi dan sukuk ijarah PLN yang jatuh tempo tahun depan. Meskipun, utang bank yang akan jatuh tempo juga sama besarnya.

Tetapi, lanjutnya, utang bank perseroan sebagian besar merupakan fasilitas dari bank Cina dengan tenor panjang dan bunga rendah. “Sisanya dari bank BUMN yang menurut kami masih bisa dikompromikan bunga dan tenornya,” kata Robertus kepada Bareksa di Jakarta, Kamis, 28 September 2017.

Wednesday, September 27, 2017

Setelah Anjlok 22,32%, Saham BUMI Hari Ini Melesat

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hari bergerak cenderung menguat. Padahal di 5 hari perdagangan sebelumnya saham BUMI terus melemah.

Hingga jeda sesi I siang ini, saham BUMI tercatat menguat 5,75% ke level Rp 184 per saham. Saham BUMI sempat menyentuh level terendah Rp 166 dan tertingginya di Rp 191.

Saham BUMI telah ditransaksikan sebanyak 652,14 juta lembar saham senilai Rp 118,7 miliar dengan frekuensi 9.479 kali.

Di perdagangan 5 sebelumnya saham BUMI terus melemah. Jika ditotal saham BUMI sudah melemah 22,32% dari posisi penguatan terakhir Rp 224 menjadi Rp 174 pada perdagangan kemarin.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, belum ada yang aneh dalam pergerakan saham BUMI. Penguatan terjadi lantaran pelaku pasar memanfaatkan kondisi setelah terjadi pelemahan yang cukup dalam.

"Sebenarnya masih biasa-biasa saja. Dari sisi volumenya juga tidak siginifikan. Sekarang normalnya 5-6 juta lembar volume yang diperdagangkan," tuturnya kepada detikFinance, Kamis (28/9/2017).

Sementara pemberitaan terakhir, BUMI telah menjual saham-saham treasury hasil aksi pembelian kembali saham (buyback) sebanyak 473,2 juta lembar di harga Rp 350 per saham. Saham treasury trersebut dijual kepada Wyoming International Limited. Jika dihitung maka perseroan bisa meraup dana Rp 165,62 miliar.

Namun menurut Reza aksi tersebut tak mempengaruhi harga saham BUMI. Sebab transaksinya dilakukan di luar mekanisme pasar.

"Kalau sudah laku semua berarti tidak di pasar nego. Kalau transaksi di pasar nego pasti harga di pasar reguler akan mengikuti, setidaknya mendekati," tukasnya.

Reza memprediksi saham BUMI hari ini akan bergerak dalam rentang support Rp 174-178 dan resistance Rp 188-194 dengan rekomendasi trading buy.

"Ya hanya memanfaatkan pelemahan saja," tukasnya.

ACST ~ Acset Indonusa Bagi Dividen Interim Pada 20 Oktober.


Thu, 28-Sep-2017 11:10:12
IQPlus, (28/09) - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) akan membagikan dividen interim tahun buku yang berakhir 2017 sebesar Rp30 per lembar saham.

Menurut keterangan Maria Cesilia Hapsari, Sekretaris Perusahaan Perseroan Kamis menyebutkan bahwa cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 4 dan 5 Oktober 2017 sedangkan cum dan ex dividen di pasar tunai pada 9 dan 10 Oktober 2017 dengan DPS hingga 9 Oktober 2017 dengan pembagian dividen pada 20 Oktober 2017.

Pembagian dividen interim tunai ini berdasarkan hasil keputusan yang diambil dalam Rapat Direksi yang ditandatangani pada 26 September 2017 dan telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris pada 27 September 2017. (end)ACST ~ Acset Indonusa Bagi Dividen Interim Pada 20 Oktober.
Thu, 28-Sep-2017 11:10:12
IQPlus, (28/09) - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) akan membagikan dividen interim tahun buku yang berakhir 2017 sebesar Rp30 per lembar saham.

Menurut keterangan Maria Cesilia Hapsari, Sekretaris Perusahaan Perseroan Kamis menyebutkan bahwa cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 4 dan 5 Oktober 2017 sedangkan cum dan ex dividen di pasar tunai pada 9 dan 10 Oktober 2017 dengan DPS hingga 9 Oktober 2017 dengan pembagian dividen pada 20 Oktober 2017.

Pembagian dividen interim tunai ini berdasarkan hasil keputusan yang diambil dalam Rapat Direksi yang ditandatangani pada 26 September 2017 dan telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris pada 27 September 2017. (end)

HARGA MINYAK MENTAH ALAMI KENAIKAN.

IQPlus, (28/09) - Harga minyak Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena data resmi menunjukkan persediaan minyak mentah negara tersebut selama minggu lalu turun lebih banyak dari yang diperkirakan.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya pada Rabu (27/9) bahwa stok minyak mentah Amerika Serikat turun sebesar 1,8 juta barel dalam sepekan yang berakhir pada 22 September, jauh lebih rendah dari ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 3,4 juta barel.

Para analis mengatakan penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap kelebihan pasokan pasar dan mendorong harga minyak negara tersebut diperdagangkan lebih tinggi.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, naik 0,26 dolar AS menjadi menetap di 52,14 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November, turun 0,54 dolar AS menjadi ditutup pada 57,90 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. (end)

HARGA EMAS ANTAM TURUN Rp2.000 PER GRAM

 Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami penurunan sebesar Rp2.000 per gram pada Kamis ini dibandingkan harga emas Rabu kemarin. Sementara harga buyback emas juga turun Rp2.000 per gram.

Menurut logammulia.com disebutkan, harga emas per gram di butik Pulogadung Jakarta berada di level Rp605.000 per gram dari harga emas Rp607.000 per gram Rabu kemarin.

Sedangkan harga buyback emas berada di level Rp543.000 per gram pada Rabu ini dari harga buyback emas Rp545.000 per gram Rabu kemarin.

Produk Gram Price per Bar (Rp) Price per Gram (Rp) Stock
Emas Batangan 1 605.000 605.000 Not Available
Emas Batangan 2 1.170.000 585.000 Not Available
Emas Batangan 2.5 1.452.500 581.000 Available
Emas Batangan 3 1.737.000 579.000 Not Available
Emas Batangan 4 2.304.000 576.000 Not Available
Emas Batangan 5 2.880.000 576.000 Available
Emas Batangan 10 5.710.000 571.000 Not Available
Emas Batangan 25 14.200.000 568.000 Not Available
Emas Batangan 50 28.350.000 567.000 Not Available
Emas Batangan 100 56.650.000 566.500 Not Available
Emas Batangan 250 141.500.000 566.000 Not Available
Emas Batangan 500 282.800.000 565.600 Not Available

DAYA ~ Pendapatan Bersih Duta Inti Daya Rp158,77 Miliar Hingga Juni 2017

DAYA ~ Pendapatan Bersih Duta Inti Daya Rp158,77 Miliar Hingga Juni 2017.
Wed, 27-Sep-2017 15:42:06
IQPlus, (27/09) - PT Duta Inti Daya Tbk (DAYA) meraih pendapatan bersih sebesar Rp158,77 miliar hingga periode 30 Juni 2017 naik dibandingkan dengan pendapatan bersih Rp109,39 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp86,00 miliar dari beban pokok pendapatan Rp60,02 miliar tahun sebelumnya dan laba kotor naik menjadi Rp72,76 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp49,36 miliar.

Sementara rugi sebelum pajak diderita Rp2,98 miliar turun dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya sebesar Rp9,12 miliar usai naiknya beban usaha menjadi Rp77,21 miliar dari beban usaha tahun sebelumnya Rp57,50 miliar.

Rugi bersih diderita Rp3,84 miliar turun dari rugi bersih Rp9,94 miliar hingga periode Juni tahun sebelumnya. Jumlah aset per 30 Juni 2017 mencapai Rp219,08 miliar naik dari jumlah aset hingga 31 Desember 2016 yang mencapai Rp199,33 miliar. (end)

Reminder Corporate Action

Reminder Corporate Action Jumat, 7 Desember  2018 1. Public Expose: PNBS, PTIS 2. Cum Date Right Issue: IKAI 66 saham lama akan mendap...