Salah satu emiten konstruksi pelat merah, yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berhasil meraih kontrak baru Rp7,8 triliun hingga akhir Agustus 2015.
Corporate Secretary ADHI, Ki Syahgolang Permata mengatakan mayoritas realisasi kontrak baru yang diraih atau sebesar 88% berasal dari lini bisnis konstruksi.
"Sedangkan sisanya atau sebesar 12% merupakan proyek-proyek dari lini bisnis lainnya," dalam keterbukaan informasi, Rabu.
Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari Swasta/lainnya sebanyak 43%, BUMN tercatat 13%, sementara dari APBN/APBD sebesar 44%.
Sedang dari tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru ADHI sebanyak 60% terdiri dari Gedung. Kemudian dari Jalan dan Jembatan 28%, sedangkan dermaga serta infrastruktur lainnya sebesar 12%.
Hingga bulan Agustus 2015, Ki Syahgolang menambahkan ADHI telah mengikuti total tender sebanyak Rp35,2 triliun. Disamping itu, sepanjang bulan Agustus 2015, selain realisasi perolehan kontrak baru tersebut di atas, terdapat Rp1,5 triliun yang telah ditetapkan pemenang dan Rp1,3 triliun merupakan penawar terendah.
"Realisasi kontrak baru di bulan Agustus 2015 antara lain proyek Jembatan Pulau Balang Bentang Panjang (JO) sebesar Rp393,2 miliar serta proyek-proyek lainnya," ujarnya.
ADHI pada tanggal 9 September 2015 lalu telah berhasil meresmikan dimulainya proyek percepatan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Indonesia. Peresmian proyek ini ditandai dengan acara Groundbreaking yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. (end/dd)
No comments:
Post a Comment